Anak anjing sering kali menggigit sebagai bagian dari eksplorasi dunia sekitarnya. Kebiasaan ini merupakan hal yang alami, terutama saat mereka sedang tumbuh gigi. Namun, jika tidak dikontrol, kebiasaan menggigit dapat berlanjut hingga dewasa dan menjadi masalah bagi pemilik serta orang-orang di sekitarnya.
Untuk mengatasi kebiasaan ini, penting bagi pemilik anjing untuk memahami penyebabnya serta menerapkan metode pelatihan yang efektif agar anak anjing belajar mengendalikan gigitan mereka. Berikut adalah langkah-langkah Cara menghentikan kebiasaan menggigit pada anak anjing
1. Memahami Penyebab Anak Anjing Suka Menggigit
Sebelum mulai melatih anak anjing untuk berhenti menggigit, penting untuk mengetahui alasan di balik perilaku ini. Beberapa penyebab umum meliputi:
a. Proses Pertumbuhan Gigi
Saat gigi anak anjing mulai tumbuh, mereka merasakan ketidaknyamanan pada gusi. Menggigit benda-benda di sekitar mereka membantu meredakan rasa gatal dan nyeri.
b. Eksplorasi Lingkungan
Anak anjing menggunakan mulut mereka untuk mengenali dunia, sama seperti bayi manusia yang suka memasukkan benda ke dalam mulut.
c. Bermain dengan Cara yang Kasar
Jika anak anjing dibiarkan bermain dengan cara yang kasar sejak kecil, mereka akan menganggap menggigit adalah bagian dari permainan yang normal.
d. Kurangnya Latihan dan Stimulasi Mental
Anak anjing yang tidak mendapatkan cukup latihan atau aktivitas sering kali mencari cara lain untuk menyalurkan energi mereka, salah satunya dengan menggigit.
2. Mengajarkan Anak Anjing untuk Mengontrol Gigitan
a. Gunakan Teknik “Yelp” atau Meniru Reaksi Anjing Lain
Saat anak anjing bermain dengan sesama anjing dan menggigit terlalu keras, anjing lain biasanya akan mengeluarkan suara seperti “yelp” atau menangis. Hal ini memberi sinyal bahwa gigitan tersebut terlalu menyakitkan.
Untuk meniru teknik ini:
-
Jika anak anjing menggigit tangan Anda, buat suara “Aduh!” dengan nada tinggi.
-
Hentikan bermain dan tarik tangan Anda.
-
Abaikan anak anjing selama beberapa detik agar mereka memahami bahwa menggigit mengakhiri permainan.
b. Alihkan dengan Mainan Kunyah
Berikan mainan kunyah khusus untuk anak anjing agar mereka bisa menggigit sesuatu yang lebih aman. Pilih mainan yang cukup kuat dan aman untuk membantu meredakan gatal pada gusi mereka.
Jika anak anjing mulai menggigit tangan atau kaki Anda:
-
Segera berikan mainan kunyah sebagai alternatif.
-
Puji mereka saat mereka menggigit mainan, bukan tangan Anda.
c. Hentikan Interaksi Saat Anak Anjing Menggigit
Jika anak anjing terus menggigit meskipun sudah diberi mainan, cobalah untuk menghentikan interaksi selama beberapa saat. Caranya:
-
Lipat tangan Anda dan jangan bergerak.
-
Jangan menatap atau berbicara dengan anak anjing.
-
Setelah beberapa detik, lanjutkan bermain dengan cara yang lebih tenang.
Anak anjing akan belajar bahwa menggigit akan mengakhiri kesenangan, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam bermain.
d. Gunakan Pelatihan Positif
Gunakan metode penguatan positif dengan memberi hadiah saat anak anjing berperilaku baik. Misalnya:
-
Jika anak anjing bermain tanpa menggigit, berikan camilan sebagai hadiah.
-
Gunakan pujian dan belaian untuk memperkuat perilaku baik.
Pastikan hadiah diberikan tepat waktu agar anak anjing bisa menghubungkan tindakan mereka dengan hadiah yang diterima.
3. Menghindari Kesalahan dalam Menghentikan Kebiasaan Menggigit
a. Jangan Menggunakan Hukuman Fisik
Memukul, mencubit, atau menarik moncong anak anjing bisa membuat mereka takut atau bahkan agresif. Gunakan pendekatan yang lembut agar anak anjing tetap merasa aman.
b. Jangan Mengajak Anak Anjing Bermain dengan Cara Kasar
Jika Anda membiarkan anak anjing menggigit tangan atau baju saat bermain, mereka akan menganggap hal itu boleh dilakukan. Pastikan untuk selalu menggunakan mainan saat bermain dengan mereka.
c. Jangan Mendorong Anak Anjing Saat Menggigit
Beberapa orang secara refleks menarik tangan atau mendorong anak anjing saat mereka menggigit. Namun, tindakan ini justru bisa membuat mereka semakin bersemangat untuk menggigit karena menganggapnya sebagai bagian dari permainan.
Sebaliknya, tetap tenang dan hentikan interaksi tanpa memberikan reaksi yang berlebihan.
4. Memberikan Latihan dan Stimulasi yang Cukup
a. Berikan Waktu Bermain yang Cukup
Anak anjing yang memiliki energi berlebih lebih cenderung menggigit karena mereka tidak memiliki cara lain untuk menyalurkan energinya. Pastikan mereka mendapatkan waktu bermain dan berjalan-jalan setiap hari.
b. Gunakan Mainan Interaktif
Mainan interaktif seperti puzzle makanan bisa membantu menstimulasi mental anak anjing dan mengurangi kebiasaan menggigit.
c. Ajak Anak Anjing Bertemu dengan Anjing Lain
Interaksi dengan anjing lain yang lebih dewasa bisa membantu anak anjing belajar batasan dalam bermain. Anjing dewasa biasanya akan memberi sinyal saat anak anjing bermain terlalu kasar.
5. Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Jika anak anjing terus menggigit secara agresif meskipun sudah dilatih, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan atau pelatih anjing profesional. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
-
Anak anjing menggigit dengan keras tanpa tanda-tanda ingin bermain.
-
Mereka menunjukkan tanda-tanda agresi seperti menggeram atau menunjukkan gigi saat didekati.
-
Tidak ada perubahan perilaku meskipun sudah diberikan pelatihan secara konsisten.
Dokter hewan atau pelatih profesional dapat membantu mengevaluasi penyebab perilaku tersebut dan memberikan solusi yang lebih tepat.
Kesimpulan
Menghentikan kebiasaan menggigit pada anak anjing memerlukan kesabaran dan konsistensi. Dengan memahami penyebab perilaku menggigit, menggunakan teknik pelatihan positif, dan memberikan stimulasi yang cukup, anak anjing akan belajar untuk mengendalikan kebiasaan tersebut.
Pastikan untuk tidak menggunakan hukuman fisik, selalu memberikan alternatif yang lebih baik seperti mainan kunyah, dan tetap tenang saat melatih anak anjing. Jika kebiasaan menggigit tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk mencari bantuan dari profesional.
Dengan pendekatan yang tepat, anak anjing akan tumbuh menjadi anjing yang lebih patuh dan memiliki perilaku yang baik.